MENGAPA HARUS SEKOLAH?

Socrates berpendapat pada dasarnya setiap manusia cerdas sementara untuk menjadi bijaksana manusia perlu belajar sepanjang hidupnya. Dan setiap anak adalah cerdas pada bidangnya masing2, inti dari sebuah kecerdasan itu lahir dari sebuah kebijaksanaan hidup.
Satu-satunya bentuk transformasi prilaku kecilnya yg kreatif dulu adalah maraknya kekerasan di kalangan anak & ramaja, penyimpangan prilaku sexual, munculnya generasi punk anak usia dini, ini semua terjadi karena mereka tidak memiliki kebijaksanaan hidup dan tidak pernah di ajari kebijaksanaan hidup melalui kurikulum sekolahnya. Sementara di kalangan dewasa kita jelas2 menyaksikan betapa banyak orang-orang yg tidak lagi memiliki rasa kebijaksanaan, berpelesiran keluar negeri dengan uang rakyat sementara saudara-saudara mereka sedang menderita di terjang berbagaimacam bencana, dan saling berdusta untuk menyangkalnya. Lengkap sudah….
Prinsip dasar dibuatnya sekolah pada awalnya adalah untuk mengajarkan setiap murid akan “Wisdom of Life” (kebijaksanaan hidup), sehingga nantinya siswa yang sudah mengenyam pendidikan di sekolah bisa dengan bijaksana dalam mengarungi kehidupannya, memilih pergaulan yang bernorna dan bermoral baik, menghargai orang lain,  menjaga kelestarian kehidupan dengan kebaikan,
Tuhan tidak akan mengubah nasib suatu bangsa jika bangsa itu tidak berusaha untuk mengubahnya sendiri.

Dikutip dari: Moh. Ishaq

Revolusi Telko-Internet Operator

Jakarta – Masa kejenuhan yang mulai menyergap industri telekomunikasi membuat operator harus lebih cepat mengubah diri baik dari sisi layanan ataupun budaya perusahaan.

“Operator harus berani melakukan perubahan besar-besaran atau revolusi jika ingin mencari peluang di masa kejenuhan,” kata praktisi telematika, Suryatin Setiawan.

“Perubahan itu harus menjadikannya sebagai pemain telco-internet,” ujarnya dalam seminar Outlook Telekomunikasi 2011: Mengubah Kejenuhan Menjadi Peluang, di Gran Melia, Jakarta, Rabu (16/3/2011).

Menurutnya, perubahan sebagai Telko-Internet harus dilakukan karena pendorong adanya pertumbuhan di masa depan adalah internet.

“Ini karena pasar berubah menjadi C-Generation atau generasi yang terkoneksi (Connected Generation). Operator harus mengikuti dan memahami nafas dunia internet,” kata Suryatin.

Dijelaskannya, jika operator ingin mengubah diri maka terdapat beberapa aspek yang harus diperhatikan yakni masalah budaya perusahaan, cara berhubungan, pelayanan pelanggan, pemasaran, produk, dan infrastruktur jaringan.

Operator yang menganut bisnis akses dan jaringan dari sisi budaya perusahaan memiliki birokrasi yang panjang dan kaku. Untuk itu harus mengubah diri menjadi perusahan yang berorintasi pada target, komunikasi antarorganisasi yang flat, dan bereaksi cepat.

Untuk aspek cara berhubungan, pola pikir penyedia jaringan dan melihat operator lain harus diganti menjadi kemitraan yang efektif dan cepat.

Sedangkan dalam cara berhubungan dengan pelanggan tidak bisa lagi mengandalkan call center atau tempat purnajual. Pola tersebut harus diganti pemanfaatan situs, online chatting, dan video call.

“Dalam masalah purnajual ini memang ada keinginan operator mengadaptasi dengan membuat fanpage atau situs perusahaan. Masalahnya itu belum interaktif bahkan cenderung hanya menjadi aksesoris,” katanya.

Padahal, jika mampu mengoptimalkan perangkat digital marketing, lanjutnya, operator akan bisa mengubah pola pemasaran tradisional yang mengandalkan iklan konvensional dan direct sales menjadi berjualan melalui jejaring sosial, Customer Relationship Management, dan mobile advertising.

Aspek berikutnya yang harus diubah adalah masalah kemasan produk dari berbasis jaringan menjadi perangkat pelanggan.

“Tidak ada lagi produk yang memiliki umur panjang jika menjadi Telko-Internet, semua dipasok dari pengembang aplikasi dan internet. Makin berat tantangannya pelanggan menginginkan aplikasi itu gratis,” katanya.

Terakhir adalah aspek jaringan harus mulai bisa memberikan koneksi yang cepat dan lancar dimana backhaul menggunakan serat optik dan untuk mengakali kepadatan di tingkat akses menggunakan WiFi.

“Harus terbuka juga pemikiran tentang pemakaiaan bersama frekuensi bagi operator yang longgar kapasitasnya,” tuturnya.

PSM Kejar Safee Sali Ke Malaysia


Setelah memastikan diri pindah ke kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI), manajemen PSM membuat gebrakan baru. PSM kini serius memburu top skorer Piala AFF 2010, Mohd Safee Mohd Sali.



Managing director PSM Makassar, Husain Abdullah, Sabtu (1/1/2011) mengatakan, Safee akan menjadi tandem ideal Andi Oddang yang ikut pindah ke LPI. 

Menurut Husain, niat PSM meminang Safee karena timnya saat ini masih kekurangan striker.

Sebenarnya PSM juga ditawari eks Inter Milan, Moh Kallon. Namun perkembangan negosisasi dengan mantan pemain Inter Milan belum ada.



“Kualitas Safee sudah terbukti di AFF Suzuki Cup lalu di mana ia tampil sebagai top skor. Ketajaman Safee sudah kelihatan di Piala AFF dan paling sering merepotkan pertahanan timnas Indonesia,” kata Husain.



Untuk mendatangkan Safee ke Makassar, Arya Abhiseka dari konsorsium LPI sudah menyatakan akan melobi tim Selangor FC untuk melepas Safee.

“Untuk level Asia Tenggara, kami sudah punya bayangan besar anggaran yang akan disiapkan,” tandas Husain.



Arya Abhiseka juga sedang bertemu Robert Alberts di Malaysia untuk siap melatih PSM di LPI. Robert pun diminta bisa menfasilitasi PSM mendatangkan pemain yang masih terikat kontrak dengan Selangor FA tersebut.

“Dia masih terikat kontrak di klub lamanya, tapi itu tak masalah asalkan kita siap mentransfer,” tambah Husain. (gk-27)

Sejarah dan Perkembangan Facebook

Facebook diluncurkan pertama kali pada tanggal 4 Februari 2004 oleh Mark Zuckerberg (23), seorang programer komputer yang handal sebagai media untuk saling mengenal bagi para mahasiswa Harvard. Waktu itu ia juga sedang mengambil mata kuliah psikologi di Harvard.

Pada awalnya, “Facebook” bernama “The Facebook”, nama tersebut diambil dari nama lembaran dokumen yang dibagikan kepada setiap pelajar baru di harvard yang menampilkan profil murid dan karyawan. Dan dalam waktu 24 jam sejak peluncurannya, 1.200 pelajar Harvard langsung bergabung. Satu bulan kemudian, lebih dari separuh pelajar di sana sudah mendata profilenya.

Bulan berikutnya, jaringan tersebut kemudian dengan cepat meluas ke sekolah lain di wilayah Boston (Boston College, Boston University, MIT, Tufts), Rochester, Standford, NYU, Northwestern, dan semua sekolah yang termasuk dalam Ivy League. Dalam waktu kurun dari empat bulan, 30 kampus telah tergabung dalam jaringan tersebut. Read more »

Facebook Ditawar Rp 135 Triliun, Zuckerberg Balas Nawar Microsoft

Mark Zuckerberg. AP/Paul Sakuma

TEMPO Interaktif, Paris – Dulu banyak orang mengira Mark Zuckerberg gila ketika ia menolak tawaran akuisisi Yahoo atas situs jejaring sosial buatannya Facebook dengan harga US$ 1 miliar (Rp 9 triliun). Tapi nyatanya, walau tawaran sudah dilipatgandakan, Mark tetap menolak. Read more »

Powered by WordPress | Shop Free Phones at Bestincellphones.com. | Find the best CD Rates, Checking and Fat Burning Furnace Review